Surat dari samudra
Penulis : Agus Budi Wahyudi
Biarkan anak-anak tumbuh dan berkembang di mana-mana di bumi tanah air. Biarlah mereka tumbuh dengan subur dan mekar, tetapi tetap mengakar pada budayanya sendiri. Bebaskan anak-anak membaca dan menulis dengan daya yang kreatif serta imajinatif dalam dunia anak-anak yang sesungguhnya. Dunia anak-anak adalah dunia yang penuh kejujuran. Selain itu, dunia anak merupakan masa bermain dan bercanda. Masa anak-anak adalah masa menikmati keindahan alam dan sekitarnya tanpa harus ada dalam dikotomi persoalan-persoalan orang dewasa yang begitu berat dan penuh kepentingan.
Langkah yang ditempuh Balai Bahasa Jawa Tengah menerbitkan buku pengayaan bahan bacaan Bahasa Indonesia untuk pendidikan dasar bertujuan mengenalkan sastra kepada siswa SD/MI dan SMP/MTs, khususnya puisi. Setelah melalui tahapan penjaringan naskah dari penulis puisi anak, akhirnya terkumpul 1007 puisi dari 83 penulis dengan rentang usia 7—50 tahun.
Panitia penerbitan semula mencanangkan satu penulis minimal menulis sepuluh puisi dengan target dapat menjaring 49 penulis. Sampai batas waktu yang telah ditentukan, panitia menerima 1007 puisi. Harapan panitia semua puisi itu memenuhi kriteria dan layak dijadikan bahan bacaan tingkat pendidikan dasar. Akan tetapi, setelah penyunting membaca, mencermati, memilah, dan memilih secara saksama, tidak semua puisi memenuhi kaidah keterbacaan tingkat pendidikan dasar. Oleh sebab itu, target kemudian diturunkan menjadi satu penulis minimal lima puisi. Akhirnya, hanya 317 puisi yang memenuhi kriteria dan lolos dijadikan bahan pengayaan bacaan Bahasa Indonesia tingkat pendidikan dasar.
Download : Surat Dari samudra
Via : Google Drive
