Kisah Nabi dalam Al-Qur'an
Oleh : Muhammad Agus Sofian, MAKeterkaitan subjektif antara bahasa dan sastra dengan Alquran serta nomenklatur' kehidupan manusia memang tidak dapat dipisahkan. Saat Alquran diturunkan; pastilah tak terlepas dari proses kehidupan manusia. Contoh dan realita lain misalnya, seseorang membuat sebuah karya dalam bentuk bahasa maupun sastra pastilah bersumber dari proses keberlangsungan yang terjadi kehidupan manusia di sekitarnya.
Begitu juga halnya dengan cerita para Nabi dan orang-orang soleh dalam Alquran yang menghadirkan hikmah dan rahasia kehidupan. Sebuah cerita nonfiktif yang dapat dipastikan dan dibuktikan kredibilitas kebenarannya, yang mana sumber primer sejarahnya berasal dari teks-teks Alquran yakni prosa ilmiah nonimajinatif yang bersumber dari Al-quran.
Menurut Muhammad Abdul Ar-Rahim dalam bukunya yang berjudul "Mu'jizat Ajaib min Alquran al-Karim" menyampaikan bahwa penjelasan nasihat dengan media ilustrasi suatu peristiwa nyata dalam kehidupan akan menjadikan pendengar lebih berkesan mendalam dan tertarik dengan penyampaian nasihat tersebut. Penggunaan kisah dalam Alquran sebagai bentuk manifestasi tradisi lisan yang berkembang saat itu merupakan bentuk yang diinterpretasikan untuk mengambil hikmah dan mencermati nilai-nilai moral dalam bentuk peristiwa dan ilustrasi untuk diimplementasikan ke dalam kehidupan manusia pada umumnya yang mencermati dan mencari nilai-nilai kehidupan yang terdapat pada Alquran merupakan bentuk interpretasi Alquran itu sendiri. Interpretasi berupa hikmah tidak dapat dibatasi oleh keinginan penulis, karena dalam hal ini cerita tidak secara tersurat mengungkap hikmah yang terdapat dalam sebuah cerita atau tulisan, maka sangat dimungkinkan akan terjadinya penemuan-penemuan interpretasi hikmah teks dari tulisan yang dibaca.
Download : Kisah Nabi dalam Al-Qur'an
Via : Google Drive
