Buku Sejarah Islam yang Hilang by Firas Alkhateeb

Sejarah Islam yang Hilang

Oleh        :  Firas Alkhateeb

Kebudayaan cenderung dibentuk oleh lingkungan tempatnya berkembang, tidak terkecuali kebudayaan Arab. Segala hal tentang kehidupan orang Arab didasarkan pada lingkungan keras tempat ia tinggal. Karena ketidakmampuan gurun mendukung kebudayaan bermukim, orang Arab terus- menerus berpindah untuk mencari daerah subur bagi kelompoknya.

Salah satu teori etimologi sebutan "Arab" bahkan mendasarkan bahwa kata itu sendiri berakar dari istilah bahasa Semit yang berarti 'berkelana' atau 'nomaden'. Orang Arab akan menghabiskan musim panas di sekitar oasis atau sumur mana pun yang dapat diandalkan tahun demi tahun, sambil berusaha menjaga bahan makanan dan persediaan air dengan hidup sehemat mungkin. Setelah melewati musim panas, mereka akan bermigrasi ke selatan, dekat Yaman, tempat turunnya hujan pada musim semi dan tanah subur untuk ternak mereka.

Tumbuhan itu menyediakan cukup makanan bagi kawanan domba, kambing, dan unta untuk hidup sepanjang musim dingin, saat orang-orang mendirikan tenda dan permukiman sementara. Saat hujan berhenti dan musim kering mulai lagi pada musim semi, orang Arab kembali ke oasis dan sumur untuk musim panas berikutnya. Siklus keras ini menjadi norma bagi suku Arab nomaden sejak lama sekali, dan tetap dijalani orang Arab Badui yang masih hidup di padang pasir Arab.




Download     : Sejarah Islam yang Hilang

Via        : Google Drive