Ikan betok dengan nama ilmiah Anabas testudineus merupakan salah satu jenis ikan asli penghuni perairan alami Indonesia. Ikan ini hidup di rawa-rawa, dan anak-anak sungai yang terhubung dengan rawa banjiran. Secara morfologi ikan betok memiliki duri- duri keras pada sirip punggungnya. Ikan ini tahan hidup dalam lingkungan perairan yang kurang kandungan oksigen terlarutnya, karena ikan ini memiliki alat bantu pernafasan berupa labirin untuk mengambil oksigen dari atmosfer untuk proses pernafasannya. Selain tahan terhadap oksigen terlarut rendah, ikan ini juga tahan terhadap keasaman air yang rendah.
Makanya ikan ini dapat hidup di rawa-rawa, termasuk rawa gambut yang keasaman airnya sangat rendah. Ketahanan ikan betok terhadap oksigen rendah dan keasaman rendah merupakan keunggulan biologi yang bermanfaat untuk pengembangan ikan ini sebagai komoditi budidaya. Selain keunggulan tersebut, ikan ini juga mudah menerima berbagai jenis makanan, bahkan ikan liar yang baru dijinakan dalam media budidaya, dapat menerima pakan buatan (pellet) yang diberikan pemeliharanya. Selain itu, keunggulan biologi lainnya, ikan betok menghasilkan telur yang banyak, dan siklus reproduksinya cepat. Selain beberapa keunggulan biologi yang telah diuraikan, ikan ini juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Download : Teknologi Pembenihan Ikan Betok
Via : Google Drive
