Aku Tahu Kapan Kamu Mati
Oleh : Arumi EGadis itu berlari kecil menghindari rintik hujan yang mendadak turun. Kini air hujan itu kian lebat, tapi di sekelilingnya tak ada tempat yang bisa dia singgahi untuk sekadar berteduh sesaat. Dia mengangkat tasnya ke atas kepala, berharap bisa melindungi kepalanya dari air hujan.
Sebentar lagi sampai, batinnya sambil terus berlari.Hujan semakin deras, ditambsuara petir dan kilatan cahaya dilangit menambah kesan horhingga membuat nyali gadis itu sempatmenciut, tapi tetap dia terjang tirai air hujan, mengingat rumahnya sudah tak jauh lagi. Dia hanya perlu melewati pinggiran lapangan, lalu berbelok ke kiri menyusuri jalan masuk menuju rumahnya.
Suara petir yang menggelegar membuatnya sempat berhenti. Dia berjongkok dan menutup mata karena hanya itu yang mengikis rasa takutnya. Setelah petir mereda, dia berdiri dan mulai melangkah lagi. Dia hampir sampai ke ujung lapangan sebelum belok masuk arah rumahnya, tiba-tiba kilatan cahaya menyambar tiang lampu jalan yang berjarak dua meter darinya, disusul suara keras memekakkan telinga.
Arus listrik berkekuatan besar dari petir itu, merambat melalui air hujan yang menggenangi jalanan, lalu menyengat kaki gadis itu. Dia terpelanting hingga jatuh tersungkur, peristiwa itu berlangsung sangat cepat dan tak ada seorang pun yang melihatnya.
Download : Aku Tahu Kapan Kamu Mati
Via : Google Drive
