Cool Boy
"KAK, ini cupcake buatanku buat Kakak. Aku buat
sendiri lho. Aku suka sama Kakak. Kakak mau nggak jadi pacar aku?" tanya Fianne dengan jantung berdebar dan tangan gemetar. Dia menunduk, tak berani menatap lawan bicaranya, sambil menyerahkan cupcake cokelat yang dia buat semalam dengan sepenuh hati.
"Oke," jawab si lawan bicara.
Saat mengangkat kepala dengan wajah bahagia mendadak mata Fianne membelalak lebar. Cowok di depannya bukan Revo idolanya, melainkan sang ketua OSIS yang terkenal dingin seperti es batu di kantin. Arhoz Aldebaran. Cowok yang hanya Fianne kenal saat MOS.
Susah payah dia menelan saliva, menatap takut-takut kakak kelasnya yang terkenal dingin, tapi juga punya ketampanan luar biasa. Rasanya Fianne lupa caranya bernapas. Fianne menyadari telah melakukan kesalahan fatal sampai tak berani membuka mulutnya lagi, bahkan untuk sekadar minta maaf.
Arhoz menaikkan sebelah alisnya, menunggu reaksi cewek yang menembaknya. Tapi, Fianne hanya diam dan menatapnya kaku. Ekspresi antara kaget dan takut.
"Masih mau natap aku?"
Fianne kembali membelalakkan mata, lalu mengerjapkan matanya berulang kali. Dia menunduk bingung, mendadak tak bisa berpikir. Malu, malu, dan malu menyelimuti pikirannya. Rasanya ia ingin berteriak dan ditelan bumi saat itu juga.
Download : Cool Boy
Via : Google Drive
