Lily Of The Valley
Oleh : Yuyun Batalia
Kring.. Kring.. Kring.. Jam weker mengeluarkan suara nyaring ketika jarum panjang tepat menyentuh angka 12.
Sebuah tangan meraih jam itu, mematikan bunyi yang membuatnya terjaga dari tidurnya. Ia menyibak selimutnya, menurunkan kaki jenjangnya hingga menyentuh lantai yang dingin. Seperti pagi biasanya, gadis itu masuk ke dalam kamar mandi. Membersihkan tubuhnya, keluar dari kamar mandi, membuka lemari yang ia beli 4 tahun lalu.
Mengambil acak pakaian dari dalam sana, ia tak perlu memilih pakaian karena dalam lemari itu hanya terdapat beberapa lembar pakaian saja. Entah sudah berapa lama dia tidak membeli pakaian. Ophelia tidak memiliki uang yang banyak. Setiap menerima gaji, uang itu akan habis bahkan sebelum satu minggu berlalu.
Jangankan untuk membeli pakaian, untuk membeli makanan yang bergizi saja ia tidak bisa, hanya makanan di cafetaria hotel yang mencukupi gizi yang ia butuhkan.
Selesai menyiapkan dirinya, Ophelia melangkah menuju ke dapur. Kontrakan yang ia tempati tidak besar namun terdapat dapur, kamar dan ruang tamu kecil disana. Untuk Ophelia yang tinggal sendirian dengan tamu yang jarang mendatanginya, itu sudah benar-benar cukup baginya.
Mie instant dan telur adalah perpaduan sarapan terbaik yang Ophelia miliki saat ini. Hampir setiap pagi ia bertemu dengan dua makanan yang menurut sebagian orang adalah makanannya para rantauan akhir bulan. Makanan terlezat ketik uang gajian sudah habis untuk membayar ini dan itu.
Download : Lily Of The Valley
Via : Google Drive
