Novel Positive by Acariba

Positive

Oleh        : Acariba 

Berikan oksigen, aku hampir mati!

Tenggorokan tersekat dan dada yang berdebar keras kem- bali muncul setelah menghilang beberapa tahun. Serangan panik itu kembali datang sejak terakhir kali saat kuliah. Menu- rut psikiater, asalkan bisa menguasai pola pikir, maka serangan panik itu bisa diatasi bahkan sebelum muncul kepermukaan. Sayangnya kali ini berbeda, terasa terlalu sulit karena ini seperti sebuah pukulan berat bagiku.

Suasana sempit dan pengap dari kamar mandi semakin me- nambah buruk keadaan. Ingat lagi tindakan awal yang harus kulakukan saat serangan semacam ini datang. Ambil napas dalam, tahan dan embuskan perlahan. Walau sedikit sulit, tapi itu cukup membantu. Apalagi saat tak bisa menemukan kan- tong kertas. Sudah lama aku tidak membawa perlengkapan- seperti itu. Semenjak Dokter Dona menghentikan pemberian obat antidepresan.

"Semua akan baik-baik saja asal Mbak Ki bisa menguasai pola pikir." Aku masih ingat Dokter Dona berkata seperti itu.

Pernyataan yang akhirnya membuatku cukup percaya diri, bahkan terlalu sombong untuk tidak membawa kantong kertas.

Panik sebenarnya merupakan reaksi yang wajar, untuk ke- adaan sekarang. Tapi, sangat tidak lucu kalau aku harus ping- san di kamar kecil umum, sendirian. Sekali lagi aku menarik napas dalam, menahan sembari menghitung sampai sepuluh, kemudian melepaskannya perlahan.

Selangkah lagi untuk meraih kesuksesan. Pernikahan, karier yang semakin cemerlang, dan raut puas di wajah Mama ham- pir saja kudapatkan. Kenapa semuanya tiba-tiba hancur satu per satu? Semuanya nyaris dalam genggaman, kalau saja hal ini tidak terjadi. Terutama saat alat di tanganku menunjukkan dua garis merah.





Download     : Positive

Via        : Google Drive