Rumah Mantan
Oleh : Azizahazeha
"Terima kasih Pak," ujarku pada sopir taksi yang membantu menurunkan koperku. "Tunggu sebentar ya Pak," tuturku kemudian karena aku tidak memiliki uang, Sebenarnya, aku baru sampai di Jakarta dan langsung kejambretan. Aku kehilangan tasku yang berisi dompet dan ponselku. Kini aku hanya mempunyai koper berisi pakaian.
Tidak mempunyai tempat tujuan, aku masih ingat dengan alamat rumah Felix. Meski ragu-ragu, aku melangkah melewati pagar rumah yang terbuka. Aku masuk menuju pelataran dan terus sampai di depan pintu rumah besar.
Aku memejamkan mata sebelum mengangkat tangan dan memencet bel rumah.
Download : Rumah Mantan
Via : Google Drive
