Buku Habis Galau Terbitlah Terang by Dani Sirigar


Dani Sirigar - Habis Galau Terbitlah Terang

Oleh     : Dani Sirigar

Aslinya istilah galau ini sudah lama sekali ada, perhatikanlah tulisan-tulisan jadul, ada  tulisan kata “galau” kok. Sebut saja seperti KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) misalnya. Seperti yang saya katakan sebelumnya, khusus di tulisan ini, saya mendefinisikan galau = bad mood. 

Kalau saya perhatikan istilah galau ini mulai booming ketika pertengahan tahun 2011. Beberapa daya ungkitnya, apalagi kalau bukan facebook, twitter, dan televisi. Khususnya berada di kalangan anak muda. 

Sepertinya kalau remaja bergalau itu wajar-wajar saja. Iyah, galau itu wajar. Justru kalau anak muda yang tidak bergalau itu perlu dipertanyakan loh! Coba, bayangkan ini: 

  •  Anda kelepasan berbicara, tidak sengaja menyakiti hati orang lain dan dia pun tersinggung. 
  •  Bercanda berlebihan sehingga sedikit terlihat norak. 
  •  Merepotkan dan menyusahkan kedua orang tua. 
  • Tidak dapat melakukan pekerjaan yang terbaik padahal niatnya di awal sudah oke. 
  • Terlalu boros mengeluarkan uang. 
  • Meninggalkan kewajiban seperti sholat, puasa, dsb. . 

Nah, bahaya sekali ‘kan kalau ada orang yang melakukan hal-hal tersebut tetapi dia santai-santai saja. Alih-alih berdiam diri (tanpa kata seolah jenuh padaku), itu sih namanya tidak tahu malu! Sekali lagi, bagi anak muda, galau itu wajar! Yang tidak wajar itu membiarkan galau itu tumbuh dan berkembang. Membiarkan galau itu berlarut-larut. 

Kenapa? Karena kalau kegalauan sedah berlarut-larut, maka otak dan tubuh kita akan melemah, bahkan bisa menimbulkan penyakit fisik, bahkan sakit keras. Bahkan, jika kita hobi bergalau, hati kita pun akan berteriak, “Tolong! Jauhkan si Galau ini dariku!”






Download         : Habis Galau Terbitlah Terang

Via        : Google Drive