Kado Ramadhan
Oleh : M. Anwar Muhammad
Saat berbicara tentang kenyang dan lapar pasti semua orang akan mengikuti karena tak ada orang yang bisa lepas dari makanan, terlalu banyak banyak hingga kenyang atau makan secukupnya saat lapar dan tidak sampai kenyang? Ini 10 manfaat orang lapar dari Imam Ghazali dalam Ihya'nya:
1. Bersihnya hati, menjadikan pikiran cemerlang, karena kenyang akan menyebabkan kebodohan dan membutakan hati. Anak yang sering kenyang pasti lambat cara berpikirnya, lambat pula daya hapalannya. Seperti yang dikatakan oleh Abu Yazid Al-Bustomi: "lapar itu bagaikan mendung, jika seseorang lapar maka hatinya akan menurunkan hujan hikmah."
2. Ringan hati, akan mudah menerima musibah yang menimpa, dan hati akan mampu meresapi dzikir yang dibacanya, tapi saat kenyang maka dzikir hanya dibaca oleh mulut tanpa diresapi oleh hati.
3. Merasa hina dan menghilangkan rasa sombong dan serakah. Rasulullah saat ditawari dunia seisinya apa jawaban beliau?, tidak, biarkan sehari aku kenyang dan sehari aku lapar, saat lapar aku sabar dan saat kenyang aku bersyukur. Ketahuilah bahwa perut dan farji adalah satu pintu menuju neraka dan dasarnya adalah kenyang. Sedangkan merasa hina adalah satu pintu menuju surga dan dasarnya adalah lapar, barangsiapa yang menutup pintu neraka berarti telah membuka pintu surga karena keduanya itu berlawanan sebagaimana timur dan barat, mendekat ke salah satunya berarti menjauh dari yang lain.
4. Tidak melupakan cobaan dan siksaan Allah, karena orang kenyang biasanya melupakan orang yang kelaparan. Hamba yang cerdas adalah yang selalu mengingat bencana akhirat saat melihat bencana yang menimpa orang lain, saat haus dia mengingat hausnya manusia di akhirat, dan saat lapar dia mengingat betapa laparnya manusia di neraka. Nabi Yusuf saat ditanya kenapa Anda lapar padahal Anda memiliki kekayaan dunia, beliau menjawab, saat kenyang aku takut melupakan orang-orang yang kelaparan. Jadi, mengingat orang yang kelaparan adalah salah satu dari faidah lapar karena hal itu akan mendorong seseorang untuk berbelas kasihan kepada sesama, sedangkan orang yang kenyang tak akan tahu jerih payah dan sedihnya orang yang kelaparan.
5. Ini yang paling besar manfaatnya, yaitu mengalahkan segala bentuk maksiat dan menentang nafsu yang selalu memerintah hal-hal yang tidak baik, karena sumber dari segala maksiat adalah keinginan (syahwat) dan kekuatan, dan pendorong keinginan dan kekuatan adalah makanan, maka menyedikitkan makan bisa melemahkan syahwat. Sebagian ulama ditanya, kenapa Anda tidak menjaga kesehatan tubuh Anda padahal usia Anda sudah lanjut (sering lapar)?. Beliau menjawab, saat kenyang aku takut tubuhku tak bisa kukendalikan, lebih baik aku bawa tubuhku menuju bahaya daripada aku yang dibawanya menuju maksiat.
6. Mengurangi tidur dan membuat semangat bangun malam, karena orang yang kenyak pasti akan banyak minum, dan yang banyak minum pasti akan banyak tidur, dan banyak tidur membuang-buang umur, padahal umur adalah harta yang sangat berharga. Dan orang yang banyak tidur pasti akan kehilangan waktu untuk shalat malam, atau mungkin bisa shalat malam tapi tak akan merasakan kenikmatan. Si Jomblo saat banyak makan lalu banyak tidur pasti sering ihtilam atau mimpi basah, lalu saat bangun harus mandi dulu, tan tentunya akan sangat sulit melakukan ibadah malam.
7. Meringankan keistiqomahan beribadah, karena makan itu menjadi penghalang beribadah, coba hitung berapa waktu yang dia butuhkan untuk makan?, terkadang masih butuh waktu untuk belanja kebutuhan bahan makanan lalu memasaknya, setelah makan pun masih butuh waktu untuk ke toilet. Betul kan?. Jadi banyak waktu yang tersia-siakan untuk hal-hal yang berhubungan dengan makan. Bayangkan seandainya waktu yang sekian panjang itu dia gunakan untuk baca wirid atau ibadah-ibadah yang lain.Gara-gara banyak makan juga mengakibatkan sering mondar mandir ke toilet jadi tidak bisa beri'tikaf di masjid dengan tenang. Abu Sulaiman ad-Daroni berkata: "orang yang kenyang akan terkena 6 penyakit; kehilangan nikmatnya munajat, tak mampu menghapal hikmah dengan baik, kehilangan rasa kasihan kepada sesama makhluk karena saat kenyang dia menganggap semua orang sedang kenyang, berat untuk melakukan ibadah, syahwatnya meningkat, dan orang-orang mondar-mandir ke masjid tapi dia mondar-mandir ke toilet.
8. Sehat jasmani dan menolak penyakit, karena sekian banyak penyakit sumbernya adalah dari makanan. Rasulullah bersabda: اﻮﺤﺼﺗ اﻮ ﻮﺻ Berpuasalah maka kalian sehat.
9. Ngirit, karena orang yang sedikit makan tak perlu mengeluarkan banyak duit. Sebagian ahli hikmah berkata: "Aku melampiaskan kebutuhan-kebutuhanku dengan cara tidak melakukannya, hal itu membuat hatiku lega." Kesimpulannya bahwa kerusakan seseorang diakibatkan oleh cinta dunia, cinta dunia disebabkan oleh perut dan farji, dan sebab syahwat farji adalah adanya syahwat perut.
10. Mendahulukan orang lain dan menyedekahkan harta atau makanan yang lebih kepada anak yatim atau orang miskin. Seperti dalam sebuah hadits bahwa yang dimakan seseorang akhirnya akan dibuang ke jamban, sedangkan yang disedekahkan akan mewujudkan anugerah dari Allah, di akhirat seseorang hanya memiliki sesuatu yang ia sedekahkan.
Download : Kado Ramadhan
Via : Google Drive
