Buku Kisah 1001 Malam jilid 1 by Abu Abdullah Muhammad

Kisah 1001 Malam jilid 1

Abu Abdullah Muhammad 

        Pada zaman dahulu kala, bertahtalah seorang raja penerus Dinasti Sasaniyah di Semenanjung India dan Tiongkok. Raja tersebut memiliki pasukan yang kuat, pengawal pribadi yang setia, serta para pelayan yang cekatan. Sang raja mempunyai dua anak laki-laki. Keduanya pemberani dan gemar menunggang kuda. Anak raja yang pertama lebih pandai menunggang kuda dibandingkan adiknya. Sepeninggal sang ayah, kerajaan diwariskan kepada anak tertua yang bernama Raja Syahrayar. la memerintah dengan cara yang adil dan, tentu saja, rakyat menyayangi-nya. Adik Raja Syahrayar bernama Raja Syahzaman. Ia memperoleh amanah untuk memerintah wilayah Samarqand yang tidak termasuk Jazirah Arab. 

        Segala aktivitas di kedua kerajaan tersebut berjalan lancar. Sebab, kedua raja yang kakak-beradik itu, menurut pandangan rakyat di kerajaan masing-masing, adalah hakim yang adil. Selama 20 tahun, mereka berada dalam puncak keterbukaan dan kedamaian, sampai suatu ketika Raja Syahrayar merasa rindu untuk bertemu Raja Syahzaman. ia memerintahkan wazirnya untuk melakukan perjalanan ke kerajaan adiknya dan menyampaikan keinginannya untuk bertemu. Perintah sang raja dijunjung oleh wazir dengan sepenuh hati. Ia pun melakukan perjalanan menuju kerajaan Raja Syahzaman. 

        Ketika tiba di tempat tujuan, wazir menyampaikan salam dari rajanya kepada Raja Syahzaman, serta memberitahukan keinginan kakaknya, Raja Syahrayar, untuk bertemu. Raja Syahzaman menyambut baik keinginan kakaknya, dan segera mempersiapkan kunjungan balasan. Beberapa tenda terbaik, berikut kendaraan tunggangan, para pelayan, dan pengawal pribadi dibawanya dalam perjalanan. Segala persoalan kerajaan ia serahkan kepada wazir. Dan, ia pun berangkat menuju kerajaan kakaknya. 

        Ketika tengah malam, wazir teringat akan sesuatu yang harus di-bawanya, tetapi sesuatu itu tertinggal di istana. Maka, Raja Syahzaman kembali ke kerajaannya malam itu juga. Sesampainya di kerajaan, ia segera menuju istana. Saat memasuki kamar, ia menyaksikan permaisurinya yang sedang tidur di ranjang berpelukan dengan seorang budak berkulit hitam. Menyaksikan hal itu, segala sesuatu jadi gelap dalam pandangannya. 

"Jika hal demikian terjadi, sementara aku belum meninggalkan Kota Raja, maka bagaimana keadaan si Pezina ini saat aku berada lama di kerajaan kakakku?" batinnya. 

        Raja Syahzaman kemudian mencabut pedang dari sarung yang menggantung di pinggangnya dan segera menebaskannya ke kepala permaisuri beserta budaknya. Keduanya mati seketika sebelum terbangun dari tidur lelap di ranjang empuk milik sang raja. Setelah itu, Raja Syahzaman kembali bergabung dengan rombongannya pada malam itu juga dan memerintahkan rombongannya untuk melanjutkan perjalanan. 



Download         :  Buku Kisah 1001 Malam jilid 1

Via        : Google Drive