Novel Erlan by Ainun Nufus


Erlan

Oleh     : Ainun Nufus

        Langit senja menemani Erlan Adhyastha, cowok 18 tahun, yang duduk dengan segelas Arnericano di Starbucks bandara . Dia baru saja pulang dari Australia dan langsung disambut cewek berambut panjang tergerai di hadapannya. Cewek itu bernama Lolita, yang tengah gundah karena kisah cintanya dengan seorang dokter jelas bertepuk sebelah tangan. Erlan tersenyum tipis mendengar curhatan Lolita. 

        Untuk kali pertama seorang Lolita Adeeva, yang dia kenal tak pernah punya masalah, bercerita kepadanya. Erlan mengamati setiap gerakan dan ucapan Lolita, bibir tipis berwarna merah jambu itu terus bicara. "Jadi gitu, Lan. Masa gue udah mau lulus SMA masih aja belum bisa move on dari Bang Galan. Lo tahu, kan, gue itu anti-menye-menye. Tapi, tiap ketemu Bang Galan di rumah Lavina, gue masih berdebar. Gue mau tahu, dong, kiat lo bisa move on dari Lavina. Karena itu, gue cerita sama lo, cuma sama lo!" 

"Secara, nih, lo bisa gitu tenang, adem ayem berteman sama Lavina, sama Arsen. Padahal, kan, gue tahu lo sayang banget sama Lavina."

Lolita menghela napas panjang, menyedot green tea latte-nya setelah menyelesaikan unek-uneknya.

"Ngomong, dong. Jangan diem-diem aja, Lan. Help me!" seru Lolita seraya menepuk tangan Erlan.

"Lo mau move on dari hati atau cuma di bibir, Loli?" "Maksud lo?"

"Kalau lo cuma menggebu doang, tapi hati lo nggak ikhlas, gimana mau move on?"

"Ikhlas beneran. Gue nggak sanggup cinta sendirian terus. Gue mau pakai logika gue. Gue nggak mungkin cerita sama Lavina. Yang ada, dia makin bikin gue nggak bisa move on."


Download     : Novel Erlan by Ainun Nufus

Via        : Google Drive